Cerita Parenting

[Review Seminar] Memahami Profesi Orangtua oleh Komunitas Rumah Pencerah


Profesi yang tidak ada sekolahnya, tetapi dilakukan seumur hidup bahkan dimintakan pertanggungjawaban setelah mati nanti, adalah menjadi orang tua.

Dua puluh empat jam, tujuh hari dalam seminggu. Dengan hasil/pendapatan yang kelihatannya seperti tidak ada. “Klien” yang amat sangat tak bisa ditebak. Isn’t it a lil bit horrifying?

Untuk itu butuh pengetahuan dan pendidikan bagi orangtua agar sedikit “waras”, oh well, maksud saya “cerdas“, sehingga profesi yang lifetime ini menjadi lebih bermakna, berpahala, bermanfaat di dunia dan akhirot kelak.

Karena dari “cerdas” inilah generasi penerus bangsa tercipta. Bukan generasi dengan jiwa kosong, dan mudah terambing-ambing yang kelak memimpin Indonesia, tetapi generasi emas: berilmu, beramal, faqih, ber-akhlaqul karimah; yang menjadikan bangsa kuat, berprestasi, dan membanggakan. Ya, itu semua dimulai dari orang tua!

Rumah adalah sekolah pertama, dan Orangtua adalah guru pertama dan utama.

adult-caucasian-child-daughter-41316
Credit picture: pexels.com

Tugas pertama adalah: kenali keunikan anak kita serta potensi kita sebagai orangtua. Setiap anak itu baik, dilahirkan cerdas, berbeda dan spesial, dan setiap anak butuh orangtuanyaYet, tanamkan pada diri kita sebagai orangtua, sebagai yang paling ahli mengenai anaknya, memiliki kelebihan masing-masing, memiliki perasaan yang naik-turun (itulah manusia bukan?), dan tau apa yang harus dilakukan dalam keadaan tenang.

Empat tahun pertama kehidupan anak adalah saat 90% otak anak berkembang. Otak anak seperti tanaman, meski diberi pupuk dan disirami (gizi dan makanan sehat), apabila tidak terkena sinar matahari (kasih sayang dan rangsangan dari orangtua), maka tanaman tidak akan tumbuh subur.

Terjadinya perbedaan kebutuhan antara orangtua dan anak. Kebutuhan anak: ingin tahu segala sesuatu, ingin mencoba, menyentuh, merasakan, dan bergerak bebas. Inilah ciri khas anak sehat dan cerdas. Sedangkan kebutuhan orangtua: ingin segalanya serba rapi, bersih, beres, teratur, berjalan baik, dan tepat waktu sesuai jadwal. (Yah, begitulah naluri dalam diri kita ini, ya? :’D)

Bila ada situasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita: S T O P, dan tanyakan pada diri kita: PELAJARAN APA YANG INGIN DIINGAT ANAK KITA DARI SITUASI SAAT INI. Dahulukanlah kepentingan anak demi masa depan mereka. Bukan mendahulukan kepentingan keteraturan SESAAT orang tua.

Membentuk tim kompak dalam pengasuhan anak: pengasuhan dalam keluarga melibatkan keluarga besar yang juga berada di dekat anak. Anak butuh panutan, anak belajar menjalankan peran dan kecakapan sosial melalui orang terdekat yang setiap waktu berinteraksi dengannya, baik dari sisi perkataan, sikap, dan perilakuSehingga pastikan orang dewasa di sekitar anak harus bisa menjadi MODEL, CONTOH, dan PANUTAN.

Anak butuh ayah dekat dengannya. Karena dengan kehadiran figur ayah, anak lebih cerdas dengan prestasi akademik diatas rata-rata. Lebih percaya diri, pandai bergaul, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

Happy parent, happy kids!🙂

TIPS bermanfaat membahagiakan anak!

  • Bahagiakan diri sendiri dulu. Orangtua bahagia lebih memungkinkan berperilaku menyenangkan bagi anak.
  • Terima kehadiran anak dengan senang hati.
  • Jika masa lalu orangtua kurang menyenangkan, tuntaskan dulu perasaan tersebut dengan cara menerima dan memaafkannya.
  • Menjadi orangtua bukan menjadi hakim yang tugasnya menghukum anak!
  • Kesalahan anak bukan untuk dihukum, tetapi dijadikan pelajaran berharga.
  • Kesabaran orangtua dalam mendidik anak, dapat menjadi pendorong kesuksesan anak di masa depan.

Sekian review materi ini. Sampai jumpa di review-review seminar berikutnya!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s