Cerita Ibu · Cerita Sheva

Sheva dan Gabaken Part 1


Di umurnya yang hampir menginjak 9 bulan, Sheva lagi-lagi terkena demam tinggi. Kalau dihitung-hitung, sebenarnya ini kali keduanya. Alhamdulillah, Sheva termasuk anak bayi yang jarang banget sakit. Di saat bayi-bayi lain mengidap flu, batuk dan pilek, Sheva Alhamdulillah belum pernah. Nah, cerita demam yang pertama di-skip dulu ya, insya Alloh ada postingan tersendiri. Yang kedua ini nih…

Jum’at pagi, 15 April 2016
Bangun pagi, seperti biasa, mandi dan berpakaian, kemudian dilanjut makan buah. Saat berpakaian aku merasa badan Sheva hangat. Oh ya, ayah suamik sedang dinas (entah kebetulan atau bukan, tapi demam yang pertama juga saat ayah dinas luar kota juga), malamnya aku kirim foto Sheva dengan fokus ke pipinya: “Anak kita pipinya merah alami yaa… Gemesy..” Eh besok paginya pipi masih memerah, dan badan menghangat. Masih belum curiga dan panik, anyway memang jadi ibu engga boleh cepat panik ya! Cheers!
Sorenya, ternyata masih hangat. Saat itu aku ngga bisa ukur suhu Sheva, karena termometer Sheva entah dimana setelah kejadian demam pertama. Husnudhonbillah besok sembuh, dan aku terus kasih ASI & air putih banyak-banyak untuk mengganti cairan demam yang hilang.

Sabtu, 16 April 2016
Pagi ini badan Sheva tampak segar. Tetap bisa tertawa dan main seperti biasa. Dan ayah pulang! Sheva bisa bercanda-canda sama ayah, hingga sore hari… sorenya badan Sheva menghangat lagi. Mencoba tetap tenang, dan tetap husnudhonbillah besok demamnya sembuh…

1461632719025
Sheva yang maunya glendotan aja sama ibu

Minggu, 17 April 2016
Ternyata badan Sheva pagi ini tetap panas, semalam juga rewel ngga bisa tidur. Aku mulai panik. Jadilah aku agak memaksa ayah untuk pergi ke dokter pagi itu. Karena ini hari minggu, BWCC sebagai klinik favorit tutup, dan engga tau kalau di RS Premier Bintaro ada dokter anak di hari minggu, jadilah kita melipir ke klinik terdekat dari rumah saja. Yes, ke dokter umum, bukan dokter anak. Disini Sheva mulai kelihatan lemes banget-nya. Nggak bertenaga, dan maunya glendotan sama ibu😥
Setelah dokter periksa, ternyata ketahuan kalau tenggorokan Sheva merah banget, yang tersimpulkan saat itu Sheva radang tenggorokan. Tapi dokter kasih surat rujukan ke laboratorium kalau sampai Senin sore Sheva masih demam juga. Dokter resepkan antibiotik dan vitamin untuk menjaga stamina tubuh.

Senin, 18 April 2016
Sampai senin siang, Sheva sudah diminumkan paracetamol terus (sisa demam pertama kemarin) badan Sheva masih demam juga. Setelah berkonsultasi dengan ayah suami, kami sepakat untuk membawanya ke laboratorium. Karena hitungannya sudah hampir 4 hari Sheva demam.
Pengalaman pertama Sheva disuntik! Dan diambil darah. Nggak tega. Udah lemes banget gitu kan badannya, masih glendotan seharian sama ibu, eh ini disuntik pula😥 Sabar ya Nak, tapi alhamdulillahnya, setelah selesai proses pengambilan darahnya, nangis sebentar, dipeluk ibu Sheva diem lagi😥 pinter bangeeet, alhamdulillah. Hasil lab diambil 1,5 jam kemudian, dari hasil sementara (googling hehe) Sheva masih normal. Jadi angka-angka merah dari sel dalam darahnya itu normal, karena sedang melawan virus jadi limfositnya meningkat sedangkan yang satunya berkurang. Yang paling dikhawatirkan: trombositnya (khawatir DBD) menunjukkan angka merah juga, tapi angkanya ngga drop banget.

Tapi apalah analisis sementara seorang awam itu (:P) daripada galau nggak ngerti apa maksudnya, dan Sheva juga masih tetap lemas lesu tak bertenaga, jadilah hari Selasa aku dan Ibu (utinya Sheva) ke RS Premier Bintaro untuk konsultasikan hasil labnya. Bagaimana hasil konsultasinya, next post ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s