Cerita Ibu

Tiga Puluh Enam Minggu


Waa! Alhamdulillah….. sampai juga di titik ini. Ya, tiga puluh enam minggu alias memasuki masa kesembilan bulan dalam kehamilan. Ngga bisa berhenti ngucap syukur dan merasakan sekali hikmahnya kenapa Alloh baru kasih aku, kami sekeluarga, rezeki berupa datangnya si kakak dalam rahim saat-saat ini. Alhamdulillah lagi hihi.

Salah satu hikmahnya yaitu kehamilanku lancar dan sehat banget. Selepas resign dari kantor yang which is akunya nggak sehat karena mual-mual parah dan moody banget itu, sebenernya kakak bayi di dalem perut sehat banget. Berkembang sesuai tahapannya. Ngga ada masalah sama sekali kayak pendarahan atau lainnya yang membahayakan perkembangan kakak. Cuma akunya aja yang agak khawatir berlebihan dan too over thinking. Heheh. Jadilah resign dari kantor dan total di rumah aja.

Mencoba membayar semua waktu di kantor untuk fokus mengembangkan badan, eh, fisik dan mental kakak bayi maksudnya. Wkwk. Ya dengan makan yang lebih sehat, mengurangi jajan-jajan. Mengajak kakak bercerita lebih banyak, lewat kisah-kisah Qur’an ataupun lainnya. Nggak cuma untuk kakak, tapi untuk akunya juga.

Lebih fokus menambah ilmu tentang dunia perbayian, banyak baca buku dan artikel-artikel bagus. Fokus pada diri sendiri, bukan pada yang lain. Bukan tentang omongan orang yang katanya dan katanyi yang bisa bikin aku overthinking lagi. Memang wanita itu selalu rentan dengan membanding-bandingkan kehamilannya dgn kehamilan orang lain. Dan itu yang kuhindari selama hamil ini. Mungkin aku agak sedikit ngilang. Iya, itu semua karena aku nggak mau denger informasi yang ngga terlalu kubutuhin. Banyak lah ya contohnya. Ngga usah diceritain disini😀

Well, penyaringan informasi sebagai berikut di atas berguna untuk meminimalisir tingkat stres. Karena stres pada ibu mempengaruhi janin. Ya adalah stres sedikit. Tapi lebih cepet lupanya dan happy kembali biasanya hehe. Tingkat pemikiran seperti ini juga merupakan suatu hikmah yang Alloh kasih menurutku. Aku nggak mungkin bisa mikir kayak gini di awal-awal pernikahan yang masih labil banget. Hahaha.

Hikmah lainnya juga semua sudah settle. Rumah sudah menetap, mas Akib juga sudah tetap kerjanya di Jakarta. Tidak luntang lantung bolak balik Jakarta Pangkalpinang tiap bulan yang menghabiskan energi dan uang pastinya.

Dan banyak lagi hikmah lainnya.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah ya kakak.
Tetap sehat terus ya kakak. Banyak2 berdoa sama ibu dan ayah ya. Supaya kita bertiga bisa bertemu dengan persalinan normal lancar mudah dan keadaan yang sehat selamat manfaat barokah ya🙂
Amiiiiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s