Cerita Ibu

The First Time You Sent Us The Message


Setelah menunggu hampir selama 2 tahun 9 bulan…
Setelah berkali-kali mendengar cerita teman tentang tahap selanjutnya dalam pernikahan itu..

Alhamdulillahirobbil ‘alamiin…
Semua atas izin Alloh, aku dan mas Akib bisa melihat gambar di bawah ini…

Hasil tes kehamilan mita
Hasil tes kehamilan mita

Seneng pake banget. Masih nggak nyangka udah ada Kakak di dalam perutku. Dan kalau dihitung-hitung sendiri menggunakan perhitungan tanggal haid terakhir, Kakak udah 7 minggu di dalam perut Ibu.

Tujuh minggu. Masya Alloh..
Padahal tujuh minggu ini aku lagi hectic2nya di kantor. Karena ada acara #DestinationEurope2014 dimana acara itu di organize oleh kantorku, sudah pasti dong kantor bakal sibuk banget mengurus ini-itu. Nggak ketinggalan aku. Dan yang paling berbekas dalam ingatanku adalah, dua kali aku bolak-balik warung buncit – pasar asemka untuk nyari lonceng yang dipake untuk acara pembukaan #DestinationEurope2014 itu.

Ngubek-ngubek pasar asemka, mondar-mandir panas2an, yang pertama kali bawa 150 map pulang ke bintaro. Masya Alloh itu beratnya. Dan besoknya dibawa lagi ke kantor.
Yang kedua bawa 15 lonceng emas yang nggak kalah beratnya pulang ke bintaro, dan lagi-lagi besoknya dibawa ke kantor.

Masya Alloh kak. Banyak orang pesan untuk ibu hamil adalah jangan kecapean, jangan bawa barang berat-berat karena tumpuannya akan terlalu berat ke perut. Belum lagi pas hari H acaranya kak. Ibu mondar-mandir keliling Balai Kartini dua hari. Selesai acara, ibu langsung masuk kantor juga senin-nya. Baru hari selasanya ibu bisa total istirahat di rumah.

That moment, maybe you sent me the message ya Kak? Soalnya perut ibu itu keram, paha pegal-pegal. Tapi saat itu aku hiraukan pesanmu itu, nak. Ibu pikir itu hanya sakit haid seperti biasanya yang ibu rasakan. Sampe seminggu kemudian, tanggal 23 Oktober pun ibu masih merasakan sakit seperti itu. Nyut nyut

Kapan sih aku haidnya, kok nggak keluar-keluar…
Baru deh tanggal 24 malam dan tanggal 25, pesan berikutnya yang Kakak kirim berupa mual-mual, yang ibu pikir hanya maag biasa. Karena, yaah… ibu telat makan hari itu😀

Dan akhirnya aku penasaran, bought the test pack, the cheap one :p Iya kak, ibu takut di-PHP, jadilah ibu belinya yang murah meriah aja. Nggak ada rasa sayang untuk melakukan tesnya. Tanggal 25 jam 3 pagi, ibu kebangun untuk ke kamar mandi, keinget mau melakukan tesnya. Ambil wadah, dan jreng… Ibu lihat dua garis di strip tesnya.

Nggak percaya nak.
Beneran. Ibu diem dulu. Mikir. Ini beneran nggak sih…
Sholat isya dulu. Masih kepikiran. Baru bangunin ayah.
Mas, mas bangun deh… Ini garisnya berapa?
Ayah bangun dengan muka bangun tidurnya yang susah banget untuk dibangunin, tapi mungkin karena itu aneh, jadi dia kebangun wkwk.
Hah? dua garis? Kamu hamil?” Mukanya langsung sumringah, “coba tes lagi, tes lagi..” kemudian kembali tidur. Hahaha.

Iya makanya di tgl 25 itu ada dua strip tes, yang keduanya sama-sama menunjukkan dua garis. Bedanya tes pertama dua garisnya tampak tebal, tes kedua agak samar.

Setelah ayah bangun dan sepenuhnya sadar, barulah kita sepakat berencana untuk kembali melakukan tes dengan test pack yang lebih mahal (yang pertama itu pake test pack Andalan seharga Rp 3.700 di Alfamidi bintaro). Jika tes ketiga dengan yang lebih mahal juga menunjukkan hasil yang sama, ayah dan ibu akan segera ke dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi kamu di dalam perut ibu. Benarkah kamu ada di dalam sana kak?

Tes kedua dengan test pack Sensitif seharga Rp 30.000-an ternyata juga menunjukkan hasil bahwa ibu hamil, yang artinya kamu ada kak. We should hurry to go to the doctor, shouldn’t we?

Tapi nggak bisa secepat itu kak. Karena ayah sedang dinas di Tarakan sampai hari Kamis, 30 Oktober nanti. Ibu penasaran kak. Ibu segera ingin mengetahui kondisi kamu. Sehatkah kamu? Berkembang dengan baikkah kamu?

Menunggu ayah, ibu hanya bisa berdoa kepada Alloh supaya kamu kuat terus. Sampai sembilan bulan, sampai ibu dapat menggendongmu secara langsung. Ibu pasrahkan kamu pada Alloh nak.

Merasakan kehadiranmu dalam perut saja tak ibu harapkan tinggi-tinggi di langit. Ibu cuma bisa berdoa, lagi dan lagi ke Alloh. Cuma bisa berusaha, dengan minum Folavit, untuk menguatkan kondisi ayah dan ibu untuk segera bertemu kamu.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah…. Jika benar Alloh paring kakak sudah benar berada dalam rahim ibu, masya Alloh…..
Syukur pol kak :”(
Berkali-kali ibu merasakan hopeless melihat teman-teman ibu yang baru menikah tapi sudah diberikan kehamilan. Apalagi akhir-akhir ini benar-benar banyak banget yang lagi hamil juga. Kalau ibu hitung-hitung sekitar 10 orang lah. Aku kapan…

Cuma kalimat ini yang bisa bikin ibu tenang setenang2nya….

Sebuah dalil tentang pembagian zakat. Orang munafiq akan mengutuk orang iman karena tidak dapat pembagiannya. Sedangkan orang iman hatinya tenang, “Cukuplah Alloh bagi kami.”

Iya, ibu dan ayah belum bertemu dengan kakak.
Tapi cukuplah Alloh bagi kami, yang telah memberikan banyak nikmat lain yang tak terhingga jumlahnya. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin…

P.S.
Sampai bertemu di ruang dokter ya kak🙂

One thought on “The First Time You Sent Us The Message

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s