Uncategorized

Soulmate Itu Diciptakan, Bukan Ditemukan


Repost from: http://mommiesdaily.com/2013/01/16/soulmate-itu-diciptakan-bukan-ditemukan/

***

Selama ini banyak sekali yang menganggap bahwa soulmate atau belahan jiwa itu bisa ditemukan dengan sendirinya. Seseorang yang memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pasangan kita, yang bisa membuat hidup lebih sempurna. Mungkin anggapan ini lahir setelah istilah soulmate didengungkan Plato dalam tulisannya, The Symposium. Ia mengisahkan tentang asal-muasal soulmate di mana pada awalnya manusia diciptakan dengan empat tangan, empat kaki, dan satu kepala yang memiliki dua wajah.

Dengan fisik seperti ini, manusia memiliki kekuatan dua kali lipat. Sayangnya, Dewa Zeus kemudian membelah tubuh manusia menjadi dua dan mengutuk selama hidup agar keduanya saling mencari. Sejak itu, istilah soulmate pun terus ada hingga sekarang. Ujung-ujungnya, sebagian besar pasangan yang telah terikat dalam sebuah pernikahan, atau bahkan mereka yang masih dalam tahap pacaran banyak yang menganggap telah menemukan belahan jiwanya. Tapi, apa benar seperti itu?

Secara pribadi, sejak zamannya mengenal cinta monyet, masih mengenakan seragam putih abu-abu, saya pun termasuk orang mudah memberi label soulmate pada pacar atau bahkan cowok yang saya taksir. “Umh, rasanya dia itu soulmate saya. Banyak kesamaan yang kami miliki …,” begitu pikir saya.

Tapi lama kelamaan, pandangan saya mulai berubah. Apalagi setelah menikah. Kok, rasanya anggapan tersebut kurang tepat, ya? Hal ini semakin saya yakini setelah mengikuti gelaran ‘Gala Seminar indonesia 2013, Diamonds of Love’ 5 Januari yang dilangsungkan di gedung BBPT, Thamrin, Jakarta. Dalam seminar yang menghadirkan pembicara utama Indra Noveldy ini, banyak pelajaran dan pemahaman baru yang berhasil membuka mata dan pikiran saya akan apa itu soulmate.

Indra Noveldy mengungkapkan, bahwa sebenarnya soulmate itu tidak ditemukan, melainkan diciptakan. Semua tidak terlepas dari usaha  keras dan perjuangan diri sendiri untuk menciptakan belahan jiwa masing-masing. Maka dalam sebuah pernikahan, proses menciptakan soulmate berlangsung terus menerus. Tidak bisa berhenti sampai pada suatu titik.

Prosesnya pasti tidak mudah. Di dalamnya ada rasa sakit, pahit ataupun getir  yang harus diterima. Tapi itu memang perjalanan yang harus  dilalui. “Sayangnya, saat ini banyak sekali pasangan yang lari dari itu semua. Padahal, jika semua bisa dilewati, akan happy ending di akhir cerita,” lanjut Indra Noveldy. Konsultan pernikahaan ini pun menganalogikan bahwa sekarang banyak pasangan yang telah menikah, menjalankan komitmennya ibarat lomba lari sprint. Proses untuk menuju akhir tidak terlampau panjang.

Padahal faktanya, menikah itu seperti lari maraton. Butuh perjuangan berat untuk sampai garis di finish. Saat start kita akan merasa penuh semangat dan penuh dengan kemeriahan, namun setelah sampai di kilometer ke-5 kita akan merasakan napas yang mulai terasengal-sengal. Sementara pada jarak kilometer ke-10 bukan tidak mungkin kita hanya berlari dan berjuang sendirian, dengan hanya ditemani sinar matahari dan debu knalpot saja. Bahkan, bukan tidak mungkin ada keinginan untuk berhenti di tengah jalan. Menyerah.

“Nah, untuk melewatinya kita punya, nggak, semangat juang yang besar?” tanyanya.

Memiliki rumah tangga yang harmonis bahagia, sejahtera, dan langgeng, harmonis jadi impian semua orang. Tapi yang mampu mewujudkannya tidak semua pasangan. Banyak yang tidak berhasil untuk melewati prosesnya, yang butuh banyak perjuangan dan tidak bisa didapat dengan instan. Yang pasti, saat berbicara mengenai soulmate, rasanya baru akan tepat jika kita sebelumnya telah membuang jauh-jauh apa yang dinamakan egoisme. Menghilangkannya sampai berada pada titik nol.

Saya sendiri sadar bahwa proses menciptakan soulmate dan menjalankan sebuah komitmen membutuhkan semangat juang yang besar dan itu semua harus dimulai dari diri sendiri. Saya pribadi masih terus berlajar dan akan menikmati prosesnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s