Uncategorized

Berharap yang terbaik


Baru ditelpon suami, ngobrol sebentar sebelum suami tidur. Kangen rasanya. Ingin cepat serumah. Tapi kemarin saat kita sempat mendiskusikannya lagi… awalnya memang ingin serumah di Bangka, (seperti yang kubilang di postingan sebelumnya) setelah aku lulus, aku segera ke Pangkalpinang menyusul suami. Eh tiba-tiba aja suami berpikiran untuk meninggalkan aku di Jakarta, karena katanya disana juga bakal sering ditinggal suami untuk dinas ke luar kota. Dan ternyata di bangka sering mati lampu.. katanya, kasihan kalo aku disana sendirian.

Sedih sih. Tapi aku pikir, iya juga ya… mendingan disini masih lebih banyak temen, takut disana sendirian. Nah, tiba-tiba lagi suami dapet ilham setelah ngobrol dengan rekan kerjanya juga yang punya istri yang diboyong ke Bangka. Berubah pikiran lagi, jadinya pingin ngeboyong aku juga kesana. Balik ke rencana awal.

Kata suami, banyak cara kok untuk bisa serumah. Tinggal bla bla bla… jangan takut untuk ngerasa sendirian, nanti kenalan sama istri temen2 ku, kenalan sama ibu2 pengajian disana.. dan lain-lain.

Lagi-lagi aku berpikir, “iya juga yaaa….”
Takut sendirian mah alesan aja. Di depok aja aku ngeluh kesepian dan sendirian terus, padahal lumayan deket sama keluarga. Kalo akunya ngga ngerasa rame, ya tetep aja bawaannya sepi terus.

Zzzz.. baru ngeh.
Tapi aku mau istikhoroh dulu lah. Memantapkan pilihan pilihan hidupku setelah lulus nanti. Sedih sih harus mengorbankan salah satu. Deket suami, jauh dari keluarga, atau kebalikannya.😥 Ya Alloh, berikan aku pilihan yang terbaik dan kuatkan hati kami ya Alloh. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s