Uncategorized

Dicukupkan Rezekinya


Beberapa hari ini hati gue bergejolak. Galau. Ada sesuatu yang mengganggu di pikiran gue, tapi belum berani gue ungkapkan pada siapapun. Sampai akhirnya, kemarin… kepada suami lah gue bertanya. Pertanyaan yang amat bodoh sebenarnya. Lah kok bodoh?

Ya iyalah. Wong jawabannya udah jelas kok masih aja ditanyain. Kok masih bisa-bisanya gue meragukan statement-nya Allah SWT? Kok masih bisa gue mempertanyakan sesuatu yang udah jelas? (Hmppp #selftoyor)

Jadi ceritanya… ada salah satu dalil dari Hadist yang gue inget terus.. tentang kaitannya menikah dengan rezeki. Dalilnya cukup pendek. Lupa nih bahasa Arab-nya, tapi intinya: Carilah rezeki dengan menikah.
Dalil ini merupakan kalimat motivasi untuk menikah. Karena menikah itu bukannya menghambat rezeki (seperti kebanyakan orang yang takut menikah karena rezekinya masih sedikit, atau nanti kalau menikah takut rezekinya gak cukup karena harus menghidupi anak dan istri), dan kenyataannya nggak gituuu…. menikah itu malah menambah rezeki.
Naaah, selama ini persepsi gue tentang dalil tersebut di atas adalah menambah rezeki.
Padahal nggak gituu. Ternyata selama ini gue salah persepsi. Makanya muncul pertanyaan bodoh itu di benak  gue. Hmpp ><
Setelah dinasehatin panjang lebar oleh suami, akhirnya gue ngerti. Akhirnya gue paham maksud dari dalil itu, dan dalil-dalil lainnya yang berhubungan erat antara menikah dengan rezeki.

Jadiiii, menikah ituuuu…. bukan bikin rezeki kita DITAMBAH oleh Allah SWT.
Bukan artinya setelah kita menikah, rezeki kita jadi berlipat-lipat ganda nambahnyaaaa.
Bukan. BUKAN ITU.

TAPI, MENIKAH ITU MEMBUAT KITA DICUKUPKAN REZEKINYA OLEH ALLAH SWT.
Dicukupkan? Maksudnyaaa?
Yaa.. cukup. Ngerti cukup kaan?
Cukup itu nggak kurang dan nggak lebih.
Cukup itu pas. Sesuai dengan ukuran. Sesuai dengan standar. Sesuai dengan kebutuhan. Baik kebutuhan fisik, maupun kebutuhan hati.

Contohnya: Saat masih single, dengan gaji Rp 1juta aja kita merasa belum cukup. Beli ini lah, beli itu lah, macem-macem deh keinginannya. Rasanya nggak abis-abis kan keperluan kita? Mau jalan kesana lah, mau jalan ke luar kota lah, travelling lah, kuliner kemana-mana lah, arisan sama temen, bikin ini lah, bikin itu, nggaaaaaaaaaaaakk ada habisnya. Nambaaah aja terus.
Keinginan selangit, tetapi kemampuan terbatas. Nah loh. Hukum ekonomi berlaku kan?😀
Kita sebagai pemuda dan pemudi berintelektual tinggi bakal langsung mikir, untuk memenuhi keinginan tersebut ya harus kerja doong? Oke, kerja-kerja-kerja-kerjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… pokoknya sampe semua keinginan gue terpenuhi! -begitu pikirnya.
Udah jelas keinginan selangit, mau sampai kapan kita ngerasa cukupnya? Sampai langit 1 cukup, pasti keinginan kita udah di langit ke-2. Begitu seterusnya. Ya toh?
Nggak cukup kan? Nggak bersyukur kan?

Naaaaaaaaaaaahhh, ternyataa….. menikah itu bikin kita ngerasa cukup. Misalkan rezeki Rp 1 juta tadi nggak cukup buat sendiri, jadinya bakal cukup buat berdua!!!! Nggak percaya? Nikah deh!🙂

Apa yang bikin kita ngerasa cukup?

Tentu saja Allah SWT. Dengan caraaaa…. kehadiran istri dan anak-anak itu sendiri🙂
Begitu suami mendapatkan rezeki dr Allah SWT (dengan cara bekerja), rezeki tersebut kepada istri dan anak-anaknya, apa yang terjadi berikutnya? Allah SWT akan mencukupi nafkah tersebut sesuai dengan kebutuhan sekeluarga.
Masih inget definisi cukup yang tadi gue jelaskan? Yap. CUKUP adalah PAS, SESUAI DENGAN KEBUTUHAN. Mungkin jumlahnya terlihat kecil, tapi CUKUP untuk BERDUA/BERTIGA/BEREMPAT/dst, sehingga keluarga tersebut pun dapat tersenyum bahagia karena kecukupan rezeki itu….. TENTU SAJA keadaannya jauh lebih membahagiakan daripada keinginan selangitnya si single tadi kan?? Jauh lebih bersyukur mana? Si single atau keluarga kecil nan bahagia itu? ;)

Itulah yang dimaksud dalil di atas. Carilah rezeki dengan menikah. Karena dengan menikah, kita bisa merasa cukup dengan rezeki yang kita dapat. Sehingga rasa cukup itu kemudian melahirkan rasa syukur yang berlipat ganda. Syukur yang diperoleh dari kehadiran dan kebahagiaan orang-orang yang menikmati rezeki kita itu bersama-sama. Rasanya jaaaaauuuuhhh lebih nikmat :)))
Bukan menambah rezeki, tetapi Allah SWT menambah rasa syukur kita kepada kecukupan rezeki tersebut.
Dengan kata lain, kita pun akan menjadi ORANG KAYA bukaaan?
Yap!!! KAYA JIWA-nyaaa x)

Hehehe begitulah nasehat dari suami. Alhamdulillah gue menikah🙂
Apa-apa yang gue dapet sekarang, berasa jauh lebih cukup daripada sebelum nikah ini. Karena sekarang gue menikmatinya berdua.
Ya Alloh Ya Dzal Jalali wal Ikrom, ….terima kasih telah mencukupkan rezeki kami. Terima kasih telah menghadirkan suami di sisiku. Sungguh, kehadirannya membuat hariku semakin bermakna, semakin barokah dan semakin bersyukur atas nikmat-nikmatMu. Terima kasih.
Semoga inilah benar-benar jalan terbaik dan terbarokah dari-Mu untuk kami. Amiiiin.

11 thoughts on “Dicukupkan Rezekinya

  1. Waaah Ufaa🙂 Hihi banyak banget hikmahnya faa…Tapi nggak cuma nikah aja kok, gimanapun itu situasi dan kondisinya, kita harus tetap ngambil hikmah darinya kaan? ^^btw boleh banget kalo mau share😄 Ajkkh ya sudah meluangkan waktu utk membaca postingan ini :')

  2. aduh, mitaaaa.. gara” kamu nge’share blog itu di twitter jadi ‘kebaca’ deh. lebih tepatnya jadi pengen baca. hihi.
    bagus banget blog’nya. jd pengen ga menunda-nunda utk nikah deh #ups :p
    tapi tapi jodohnya belum tau siapa. bantu doa ya mudah”an segera dideketin jodohku sama Allah. Aamiin..😀

    1. banyakin ikutan komunitas2 positif plus ketemu orang2 yg positif deh hehe, siapa tau ketemu jodohnya disituu😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s