Uncategorized

Pandai-Pandai lah Bersyukur


Lagi blogwalking kemana-mana, dan terinspirasi banget oleh tulisannya Marshanda di blog pribadinya: Marshed. Berikut beberapa cuplikan tulisannya yang amat sangat gue #noted. Kalau mau baca cerita lengkapnya langsung ke link ini yaa >> “Saya Pakai Jilbab Bukan Karena Mimpi Kiamat”.

Karena hanya dengan sering bersyukur, kita dapat merasakan kebahagiaan sejati dalam hidup.

***


…Sejak beberapa bulan lalu, saya lagi sering menyempatkan diri untuk mengaji kalau lagi break dari shooting. Entah mengaji dengan keluarga saya atau mengaji dengan keluarga Ben. Dan semakin hari, saya semakin banyak dapat pengetahuan lebih banyak tentang agama. Pengetahuan yang saya belum tahu sebelumnya. Dan semakin hari saya semakin sadar betapa pentingnya menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur. Karena hanya dengan sering bersyukur, kita dapat merasakan kebahagiaan sejati dalam hidup.
Mau kita sekaya Oprah atau Donald Trump kek, duit sampe nggak kehitung, banyak yang mengelu-elukan, dan sukses luar biasa, kalo nggak punya rasa syukur, pasti akan lost dalam hidupnya. Tidur malam nggak tenang, sering gelisah, selalu merasa tidak cukup dalam banyak hal. Padahal yang sudah dikasih Allah ke kita waaah sangat banyak dan patut disykuri. Kita jadi nggak pernah merasa bahagia.

Dan satu hal lagi yang paling penting, doa yang berkualitas. Doa yang bersungguh-sungguh.

…Dan sampai berbulan-bulan setelahnya saya selalu saja berfokus pada apa yang tidak saya miliki. Pada hal-hal yang belum saya capai. Dan saat saya gagal, suara-suara di kepala saya langsung menjatuhkan diri saya sendiri dan saya selalu menganggap diri saya ‘payah’ dan saya anggap kebiasaan seperti itu bisa memotivasi saya supaya bisa bangkit dan nggak gagal lagi. And i was wrong. I was sooo….WRONG! Memotivasi diri sendiri bukanlah dengan menganggap diri kita payah. Memotivasi diri sendiri sesungguhnya adalah dengan berpikiran positif dan menganggap bahwa diri ini ‘bisa’. Dan satu hal lagi yang paling penting, doa yang berkualitas. Doa yang bersungguh-sungguh. Jangan hanya doa komat kamit tapi jauh dalam lubuk hati nggak dirasakan. Selama kita berusaha, berpikiran positif dan berdoa, maka sisanya biarlah Allah yang membawa kita ke garis finish kita. Dan itu ada 2, bisa berarti sukses atau berhasil, bisa juga gagal. Tapi kalau gagal pun bukan berarti kita payah dan berarti dunia kiamat. Tidak. Allah sayang sama kita, makannya kita dikasih pengetahuan bahwa masih ada yang bisa kita perbaiki dalam diri kita, atau memang belum waktunya kita mendapatkan keberhasilan tersebut, apapun itu. Percayalah, bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya. And that saying is true! Believe me.”

…semakin saya sadar bahwa rasa tidak bersyukur akan menyesatkan kita, semakin saya belajar mengucap syukur pada kebaikan-kebaikan dari yang sekecil apapun. Dan hasilnya terbukti saya semakin merasa bahagia dan semakin merasakan kasih sayang Allah pada saya.

Dan Kau memanggilku…. 
Untuk duduk mendekat di pangkuan cahayamu… 
Dan kau mengajarkanku…. 
untuk menangis atas tawa sejati…. 
Mendengar dentingan nada langkahmu… yang menunjukkan arahku……. 
Genggaman tangan yang engkau ulurkan lewat dirinya………. 
Kau ajarkan aku mengisak karena dosa…. 
Namun kau mengajarkanku anugerah terindah…….. 
Jawabanmu…..atas segala risau… 
Lewat dirinya engkau mengasihiku….. 
Sungguh hamba menangis hamba baru mengerti….. 
Dialah tanganmu…..cinta kasihmu setiap hari yang kau beri untuk hamba……. 
Masyaallah engkau begitu besar…… begitu maha mencintai…… 
Dan hari ini kau beri jawaban segala istikharahku…… 
Dengan aliran air mata ini….. 
Subhanallah…..kaulah maha pecinta sejatiku….. 
Jagalah kami ya ‎ Allah……. 
Terimakasih karena engkau telah menjadikan semuanya makin indah……… 
Dialah masa depanku…. 
Dialah penjaga hatiku….. 
Dialah hidupku………insyallah…semua terjadi atas kuasamu.. 
Terima kasih atas mimpi pernikahan yang kau ciptakan untuk kami….. 
Surga dunia kami saat itu terjadi kelak…. 
Allahuakbar engkaulah maha segalanya…. 
Alhamdulillah hamba kau beri rasa cinta untukmu ini… 
untuk membalas cintamu pada hamba…..ya Allah……

Jika kita terus berusaha mendekatkan diri pada Allah, maka Allah akan lebih mendekatkan diriNya lebih banyak lagi pada kita.

…Karena menurut saya, “connection” dengan yang Diatas bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah terus kita rasakan. Sebagai manusia yang tidak sempurna, connection tersebut kadang ‘sinyalnya bagus’ kadang ‘sinyalnya buruk’, maksudnya kadang connect kadang tidak gituh. Jadi itu merupakan sesuatu yang harus kita maintain, harus kita jaga dengan shalat, ngaji, beramal baik, dan berdoa. Dari sebuah ayat qur’an atau hadits yang pernah saya dengar dan baca, kalau kita berusaha mendekatkan diri pada Allah, maka Allah akan lebih mendekatkan diriNya lebih banyak lagi pada kita.” *** Such a nice story, isn’t it?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s