Cerita Ayah · Cerita Ibu · Cerita Keluarga Besar

A Message From Om Ketut, Tante Uci & Faza


Sebelum berlanjut ke cerita pernikahan, gue mau share sebuah pesan singkat tetapi penuh makna dari keluarga kecil Om Ketut, Tante Uci dan Faza yang selalu menemani, mendukung, menasihati, mengingatkan, menyarankan yang terbaik, dalam seluruh rangkaian acara pernikahan Mita & Akib kemarin. Berikut pesannya.

UNTUK MITA & AKIB

“Semoga Allah SWT selalu memberikan kebarokahan, kelanggengan dan melimpahkan kasih sayang dalam bahtera perkawinan kalian berdua, menetapkan kesetiaan dalam suka dan duka, serta memberikan keturunan yang sholeh/sholehah”

-Om Ketut, Tante Uci dan Faza-
(January 2012)
***

Sebuah Syair Renungan Singkat bagi Laki-laki (Suami)

Pernikahan atau perkawinan, menyingkap tabir rahasia…
Isteri yang kamu nikahi,
tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah…
justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman, yang punya cita-cita, menjadi sholehah…
Pernikahan ataupun perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama..
isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya…
Saat isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamu lah penawar bisanya, 
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, berhati2lah meluruskannya…
Pernikahan ataupun perkawinan, menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa…
Untuk belajar meniti sabar dan ridho, 
Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, 
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Nabi Muhammad Rasulullah SAW atau Nabi Isa AS,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi sholeh… Amiin.

Sebuah Syair Renungan Singkat bagi Wanita (Isteri)

Pernikahan atau perkawinan, menyingkap tabir rahasia…
Suami yang menikahi kamu,
tidaklah semulia Muhammad, tidaklah setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Isa atau Ayyub…
Ataupun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman, yang punya cita-cita, membangun keturunan yang sholeh…
Pernikahan ataupun perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama..
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nahkoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagiakan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya, 
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun perkawinan, menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa…
Untuk belajar meniti sabar dan ridho, 
Karena memiliki suami yang tak segagah mana, 
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga, 
Pun bukanlah Hajar ataupun Maryam, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma isteri akhir zaman, yang berusaha menjadi sholehah… Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s