Cerita Sebelum Menikah

"Halo, Siapa Namamu?"


Beberapa hari ini, secara tidak rutin aku selalu menangkap sosokmu di lobi kantor. Berdiri di dekat pepohonan buatan, menghindar dari sejuta mata yang mungkin akan menyadari keadaanmu. Lusuh. Tak ada sinar cerah di matamu. Tidak kelihatan secercah harapan pun dari tatapanmu sore ini.
Tunggu, ..mengapa tatapanku terus tertuju padanya?
…apalah aku ini? Rasanya tidak pantas seorang aku, mengamatimu. Siapa pula aku ini? Kulirik kemeja dan lengan bajuku yang bernoda akibat pekerjaanku tadi. Ups. Jam-ku sudah menunjukkan pukul lima. Sebaiknya aku segera pulang. Daripada disini, orang lalu lalang tak tentu tujuan, memenuhi setiap sudut lobi kantor, membuat jadi galau.

Grumpyaaanggg!!

…Semua mata tertuju padamu.
Barang-barang bawaanmu kini tergeletak sembarangan membuat lobi semakin riweuh. Tindakanmu berikutnya semakin memperuh keadaan. Kutarik napasku, …begitulah wanita.
Oke tak ada salahnya, kupikir, untuk menolongmu saat ini. Lagipula kamulah yang sedari tadi kulihat, kuamati, dan kuperhatikan. Tidak pernah rasanya aku memperlakukan orang seperti ini. Kudekati dirimu, perlahan kukumpulkan semua barangmu, dan kuserahkan segera padamu.

“Terima kasih, Mas…,” ucapmu.
Tak kusangka tatapanmu menjadi cerah! Secerah matahari yang menyinari dunia!
Hatiku berdesir. Ternyata hanya sepatah ucapan dan tatapanmu saja aku merasa sesenang ini!
“Iya, sama-sama,” balasku malu-malu. Aku penasaran padanya… ada sesuatu dalam dirinya yang membuat hatiku bergejolak seperti ini. Akhirnya kuberanikan diri ini untuk bertanya, “hmmm, halo.. siapa namamu?”

Terdiam sesaat, kemudian kamu menjawab, “Siti, Mas…”
“Oh… saya Fadli… Fadli Rahman,” ucapku mantap.

Kulihat bibirnya mengulangi lagi namaku. Wajahnya tampak sedang mencoba mengingat-ingat, memeras otaknya untuk menemukan sesuatu.
“Mas Fadli!! Fadli Rahman kan!? Ya ampun mas………. dari kemarin-kemarin kan saya cariin disini. Ini lhooo, saya disuruh Ibu untuk membawakan payung untuk Mas! Beberapa sore ini kan hujan, Ibu cemas Mas kenapa-kenapa. Di rumah, Ibu teringat Mas yang nggak punya payung di kosannya. Jadi saya disuruh kesini untuk mencari Mas. Bingung saya, Mas! Banyak sekali ya orang disini.. untungnyaaaa…. barang saya jatuh yaa… jadi bisa ketemu Mas Fadli! Seperti jodoh ya, Mas!”

“Err, kamu….. siapa…?”
“Oh iya! Saya belum bilang ya? Kenalin Mas! Saya Siti, pembantu baru di rumah Mas, mohon bantuannya Mas…,” wajahmu sumringah, senyummu cerah. Tatapanmu kini penuh dengan harapan-harapan. Tapi kamu ternyata…………..

***

#15HariNgeblogFF – Day 1

4 thoughts on “"Halo, Siapa Namamu?"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s