Cerita Sebelum Menikah

Sedikit Ceritaku Tentangnya


Rasanya susah banget deh menuliskan tentangnya di blog ini. Sudah berjam-jam halaman ini dibuka, tapi gak ada satu kalimat pun yang tertulis dengan lengkap. Padahaaal…. halaman demi halaman di buku catatan harian gue, isinya ya…. tentangnya. Hahaha.

Tentangnyaaa? Tentang siapa siiihh?
Hihi.

Nih sedikit cuplikan cerita gue tentangnya di blog yang lain:

…dia memiliki senyum yang seketika dapat menghangatkan hatiku. Tawanya membuat ceria hariku. Aku suka senyumnya. Aku ingin terus menerus melihat senyumnya. Saat dia tidak di dekatku, aku mencari-cari kehadirannya. Begitu kutemukan dia sedang tersenyum dan bercanda dengan yang lainnya, aku pun ikut tersenyum dan semangatku terkumpul untuk segera menyelesaikan lukisan di poster itu. Berkali-kali aku melakukan hal itu, aku merasa seperti anak SD yang baru saja merasakan jatuh cinta. 

Eh? Cinta?? Apakah ini cinta? Secepat inikah aku merasa cinta? Aku rasa tidak. Tapi pertanyaan-pertanyaan seperti ini terus terngiang-ngiang dalam otakku selama beberapa minggu. Aku tidak percaya hanya dengan senyuman dan kehadirannya yang hanya seperti โ€˜ituโ€™ dapat membuatku jatuh cinta. Sampai detik ini pun aku meragukan perasaan tersebut. Walaupun aku sama sekali tidak akan bohong kepadamu bahwa begitu aku tahu ada kehadirannya di dekatku, tenggorokan ku tercekat, hatiku tidak mau tenang. Tambah lagi mata ini yang tidak mau lepas darinya sungguh membuatku heran. Apa, apa dan apakah perasaan ini? -Mk- (06/06/2011)”

Cuplikan tersebut merupakan sekelumit perasaan gue beberapa bulan yang lalu, di saat-saat masih labil…. dan benar-benar tidak tau harus diapakan perasaan aneh itu. Karena gue pikir, gue masih terlalu takut untuk jatuh cinta lagi… gue takut untuk merasakan sesak serta sakit di hati. Khususnya jika sesak atau sakit itu ternyata NGGAK PENTING. Ergh.

Gue rasa, gue masih punya hal lain yang dapat dilakukan daripada merasakan sesak itu.
Gue masih punya kegiatan lain yang harus diselesaikan daripada harus ‘sakit’ dan akhirnya mungkin menitikkan air mata… hanya untuknya! Nggak! Gue sama sekali nggak mau jadi perempuan seperti itu! Seperti cerita-cerita gue sebelumnya.

Alhasil, perasaan itu bisa gue tahan sedemikian rupa sehingga lama-lama perasaan itu sempat hilang bagaikan asap.
Sempat? Berarti… sekarang….?
Well, yap! Hehe. Ternyata sebelum hilang benar, perasaan itu bersambut!๐Ÿ˜€
Dia merasakan hal yang sama seperti cuplikan cerita gue di atas.
Persis sama.๐Ÿ™‚

Lucu yaaaa? Hihi, tapi gue percaya ini adalah takdirNya.
Karena timing-nya yang selalu pas.

Timing yang bagaimana Mit?

Hehehe, maaf yaaaa… gue belum bisa cerita secara komplit karenaaaa….
yaaah ditunggu aja deh! Gue pun juga menunggu-nunggu komplitnya perasaan dia dan gue yang saling bersambut ini kok. Gue pun penasaran!!!๐Ÿ˜„ Jadi sabar aja yaaaaaaah.
Dan begitulah sedikit ceritaku.. tentangnya.๐Ÿ™‚

4 thoughts on “Sedikit Ceritaku Tentangnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s